9.12.13

Fakta Menarik Tentang Kidal


Tangan kiri sering diasosiasikan dengan hal-hal yang tidak baik, seperti 'tangan kotor', 'tangan jahat', dan 'tangan jelek'. Namun di balik itu, ternyata ada fakta-fakta menarik tentang orang yang kidal. Apa saja?

Kidal berarti lebih sering menggunakan tangan kiri dibanding tangan kanannya ketika beraktivitas. Berikut ini beberapa fakta menarik tentang orang kidal seperti dikutip dari Daily Mail:



1. Kidal faktor genetik?

Banyak orang yang mengira kalau orang menjadi kidal karena faktor genetik atau keturunan. Peneliti dari Graylands Hospital di Perth, Australia mengambil 1000 orang pelajar SMU untuk di tes. Mereka menemukan kalau lebih dari setengah pelajar yang kidal lahir dari ibu yang merokok ketika hamil.

Pelajar yang kidal tersebut juga memiliki skor Apgar yang rendah. Skor Apgar adalah metode sederhana untuk melihat kesehatan bayi yang baru lahir. Penilaian dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan, dengan cara memeriksa pinggang, jantung, mata, dan alat kelamin.

Para peneliti dari Australia percaya meskipun gen kidal bisa diwariskan, namun faktor terbesar anak menjadi kidal adalah karena adanya gangguan ketika si ibu hamil. Bahkan kembar identik, yang notabene mempunyai 100% kesamaan dalam gen mereka, tidak selalu mempunyai kecenderungan tangan yang sama.

Hal ini dibuktikan oleh peneliti dari Queensland Institute of Medical Research di Australia. Riset mereka menunjukkan kalau hanya 25% dari 50.000 kembar identik yang di tes menjadi kidal karena faktor genetik. 75% Sisanya menjadi kidal karena pengaruh lingkungan.

2. Rentan penyakit jiwa?

Banyak riset yang ingin membuktikan kalau kidal adalah faktor genetik atau keturunan. Namun, riset terbaru dari Yale University menunjukkan kalau orang yang kidal mempunyai kaitan erat dengan schizophrenia.

Meskipun bisa dikatakan kalau satu dari sepuluh orang di dunia itu kidal, riset terbaru itu juga menemukan kalau empat dari sepuluh orang yang menderita schizophrenia adalah kidal. Hal ini menunjukkan kalau orang yang kidal memiliki resiko gangguan mental empat kali lebih besar daripada orang dengan tangan kanan. Jason Webb, pakar psikologi anak yang memimpin riset tersebut, mengatakan kalau penemuan ini sangat mencengangkan.

3. Orang kidal lebih rentan cedera?

Masalah yang terjadi pada janin di dalam rahim memang menjelaskan kalau anak yang kidal lebih rentan cedera. Perkembangan otak yang lambat menjadi alasan terjadinya hal tersebut, yang tentu saja diakibatkan oleh gangguan pada janin ketika ada di dalam kandungan.

Penelitian yang melibatkan 550 anak-anak menunjukkan kalau mereka yang kidal menderita cedera parah dan membutuhkan perawatan rumah sakit dua kali lebih banyak daripada yang bertangan kanan. Riset ini dilakukan oleh Arkansas Children Hospital. Orangtua yang mempunyai anak-anak yang kidal pun mengakui kalau anak mereka lebih ceroboh daripada teman-temannya yang lain.

Laporan yang dibuat oleh Harvard University Medical School tahun 2013 mengemukakan bahwa cedera-cedera yang dialami oleh orang yang kidal lebih disebabkan oleh lingkungan. Menurut laporan tersebut, orang-orang yang kidal sulit untuk beradaptasi dengan alat-alat, perkakas, maupun gagang pintu yang rata-rata dibuat untuk orang yang menggunakan tangan kanan.

4. Orang kidal cenderung transeksual?

Richard Green, profesor psikologi dari Gender Identity Clinic, Imperial College London, mengemukakan fakta yang mengagetkan tentang orang kidal. Katanya, para lelaki dan perempuan yang transeksual kebanyakan kidal.

Pendapat ini dilandasi oleh penelitian terhadap 400 laki-laki dan 100 perempuan transeksual yang dilakukan selama empat tahun. Studi ini juga mendukung teori diatas, dimana kidal ditentukan ketika janin ada di dalam kandungan. Profesor Green percaya kalau kecenderungan pemakaian tangan dan sidik jari dibentuk 15 minggu setelah janin bernyawa.

5. Rata-rata orang kidal sukses besar di bidangnya?

Albert Einstein, Leonardo da Vinci, Aristoteles dan Charles Darwin adalah sedikit dari banyak orang kidal yang sukes dibidang sains dan pemikiran. Begitu juga dengan musisi Paul McCartney dan Jimi Hendrix. Begitu juga Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Mereka adalah kumpulan orang kidal yang sukses menjadi orang besar.

Profesor psikologi dan pendidikan kesehatan di University College London, Chris McManus, mengatakan kalau banyak tokoh-tokoh terkenal yang memiliki kesuksesan besar di bidangnya adalah orang kidal. Hal itu disebabkan oleh perbedaan struktur otak yang membuat jangkauan kemampuan mereka lebih lebar daripada orang kebanyakan.

Dikatakannya, orang yang kidal menggunakan kedua belah bagian otaknya ketika melakukan kegiatan verbal, sementara orang dengan tangan kanan hanya menggunakan otak kirinya saja. Ia juga mengatakan kalau peningkatan kelahiran anak yang kidal, akan membuat kemajuan besar dalam perkembangan dan pertumbuhan manusia. Karena orang kidal lebih baik di bidang matematika dan artistik seperti yang sudah dicontohkan di atas.